Ide Kreatif Membuat Kios Warung dari Bambu

Permasalahan Warung atau Kios di Pusat Kota

Timbulnya pedagang kaki lima yang seringkali berjualan di pinggir-pinggir jalan serta trotoar seringkali menimbulkan persoalan tertentu, khususnya buat warga yang tinggal di wilayah urban atau perkotaan. Satu bentuk permasalahan itu ialah warung atau kios yang digunakan untuk berjualan seringkali kelihatan kotor serta kumuh hingga mengganggu panorama serta mengakibatkan kerusakan keindahan kota.

Ini berlangsung sebab tempat berjualan yang umumnya berbentuk semi permanen itu tetap dibikin dengan sembarangan hingga memunculkan kesan-kesan yang tidak rapi serta amburadul. Untuk menangani permasalahan semacam ini diperlukan satu ide design yang dapat jadikan penampilan kios itu kelihatan lebih rapi serta enak dilihat mata. Bila ini dapat terwujud karena itu kesan-kesan kotor, kumuh dan tidak rapi serta amburadul yang seringkali memunculkan rasa tidak nyaman dapat di hilangkan.

Inspirasi Menarik Membuat Kios atau Warung

Di bawah ini ada inspirasi menarik membuat kios warung dari bambu serta kayu yang dapat dipakai oleh beberapa pedagang kaki lima untuk menjual barang dagangan mereka. Walau memakai bahan yang benar-benar simpel, tetapi sebab dibikin dengan ide design yang masak, karena itu penampilan kios warung ini benar-benar menarik, bahkan juga dapat jadikan penampilan tempat atau jalan yang dipakai jadi tempat berjualan kelihatan semakin indah.

Yang lumayan menarik dari kios ini ialah, sisi lantainya memakai bahan dari bambu, tetapi dibikin dengan terpisah serta ada di atas permukaan tanah walau cuma memiliki jarak beberapa cm saja. Maksudnya saat hujan air yang mengalir tidak menggenangi atau membasahi lantai itu hingga lantai bambu dapat lebih awet serta bertahan lama.

Konstruksi Bangunan Kios atau Warung dari Bambu

Kerangka serta konstruksi bangunan lantai ini dibikin dari empat batang kayu yang diatur serta dikumpulkan hingga membuat kotak persegi panjang. Sisi bawahnya dikasih potongan kayu kecil yang berperan jadi penyangga. Lantai ini dibikin lebih panjang dari luas bangunan sebab di bagian depannya dapat dipakai untuk pijakan saat ada konsumen yang hadir.

Untuk bangunannya sendiri, memakai kerangka serta konstruksi dari kayu yang diatur di atas lantai itu. Dindingnya berbentuk formasi batang bambu yang masih utuh serta diatur dengan horizontal. Ide pengaturan ini dapat jadikan penampilan kios yang sebetulnya cuma memiliki ukuran kecil dapat kelihatan lebih lebar serta besar. Bila ingin lakukan penghematan, bambu yang dipakai dapat dibelah jadi dua sisi.

Di bagian depan, ada pintu kecil yang disebut akses untuk masuk atau keluar buat penjual. Letak pintu yang ada di muka ini sebetulnya kurang praktis sebab dapat kurangi luas bagian yang digunakan untuk memajang barang dagangan. Bertambah bagus bila pintu ini diletakkan di bagian samping atau belakang saja.

Seterusnya dinding yang ada di muka dapat juga diubah lewat cara menghapus dinding berada di sisi atas. Lewat cara semacam ini karena itu di antara penjual serta konsumen dapat sama-sama bertemu langsung hingga penjual dapat lebih gampang lakukan service.

Selanjutnya untuk atap depan yang memiliki bentuk menjulang ke atas, dapat ditukar dengan atap bambu yang bisa digunakan sekaligus juga jadi penutup kios bila warung ini tidak sedang dipakai. Jadi sisi atap yang melekat pada dinding dapat dikasih keper untuk bikin skema membuka tutup yang lebih praktis.

Dalam keadaan terbuka, atap ini dikasih sandaran tiang penyangga kayu atau bambu yang dipasang di bagian depan pada bagian kiri serta kanan. Bila kios atau warung ingin ditutup tinggal melepas tiang penyangga itu.

Untuk mempercantik penampilan kios serta jalan atau tempat, masing-masing kios dapat dikaitkan dengan seperti jalan setapak dari batu koral. Supaya kelihatan semakin indah, pilih type batu koral yang warnanya kontras dengan warna lantai jalan atau trotoar.

Kontak Kami
SMS
WA
Telp