Jenis Konstruksi Atap

Bagian penting dari atap yang punyai manfaat jadi penutup bangunan ialah konstruksinya tidak hanya atap tersebut. Konstruksi atap ini terbagi dalam rangka serta penopang. Rangka adalah konstruksi yang akan membuat mode dan type atap.

Element ini berbentuk formasi dari baja, beton, kayu atau bambu. Sedang penopang adalah sisi dari balok yang memiliki bentuk segitiga atau kuda-kuda. Sisi ini berperan jadi pengalir beban pada kolom bangunan sampai ke sisi paling bawah yakni tanah.

Menurut bintang home, sebelum lakukan penghitungan pada keperluan material pembuatan susunan atap, kita harus tahu terlebih dulu luas atap itu. Langkah membuat penghitungan ini bisa dikerjakan lewat cara mengkalkulasi ukuran panjang dikalikan dengan lebar bangunan lalu dibagi cosinus atau ukuran pojok kemiringan atap. Pengukuran ini harus ditambah lagi overstack yang umumnya seputar 0,8 sampai 1,6 meter.

Untuk rangka yang memakai bahan dari kayu, perhitungan dapat dikerjakan dari perkalian masing-masing elemen yakni nok, reng, kasau serta balok. Sedang material dari baja ringan skema perhitungannya cukup berlainan, karena formasinya lebih rapat. Dana yang perlu dikeluarkan untuk bikin rangka baja tambah tinggi yakni seputar 40 %. Tetapi bila dihitung dari bagian waktu, proses pemasangannya jauh bertambah cepat. Diluar itu atap dari baja punyai bentangan yang lebih lebar, dapat sampai enambelas meter.

Element Kuda-kuda

Satu diantara element konstruksi atap ialah kuda-kuda. Manfaatnya yakni untuk membuat pojok atau kemiringan atap dan meredam semua beban yang ada di atasnya lalu menyalurkan beban itu lewat fondasi serta kolom serta masuk dalam tanah.

Element lain yakni gording punyai manfaat untuk tempatkan kasau dan meredam elemet atap lain seperti penutup, atap atau genteng, reng serta susunan aluminium foil bila menggunakan atap baja. Lalu ada balok reng yang bermanfaat untuk tempatkan genteng. Ukuran dimensi yang seringkali dipakai ialah 4/6 atau 2/3. Seterusnya kasau punyai manfaat jadi penempatan balok rek dan meredam beban elemen lain yang ada diatasnya.

Nok atau pojok adalah sisi terletak berada di sisi paling ujung serta pucuk. Manfaat dari element ini yakni untuk memeltakan balok kasau serta papan dan meredam beban genteng. Papan ruiter ialah satu diantara sisi dari konstruksi yang terletak berada di balok nok. Manfaatnya yakni untuk tempatkan genteng.

Balok tembok, terletak pada bagian atas dinding serta berperan untuk meletakan balok kasau dan meredam beban reng serta penutup atap atau bebera element yang lain. Sedang balok jurai adalah element yang berperan jadi tempat pertemuan di antara dua bagian atap serta terdapat di atap mode perisai.

Element konstruksi atap yang lain ialah ikatan angin yang bermanfaat mengikatkan satu kuda-kuda dengan kuda-kuda yang lain hingga elemen ini dapat berdiri dengan kuat apabila ada angin yang menimpa masih dapat bertahan. Yang paling akhir yakni drug balok, berperan jadi penahan bentangan balok jurai hingga tempatnya tetap konstan serta tidak alami pergantian.

Walau material atau bahan yang dipakai untuk membuat berlainan, tetapi atap tetap punyai pojok kemiringan yang sama seputar 28 sampai 30 derajat pada bagian yang datar. Bila membuat atap dari dak beton yang memiliki bentuk tetap datar, semestinya masih dibikin dengan ukuran kemiringan satu sampai dua derajat. Lalu untuk atap dari kaca serta asbes, ukuran pojok konstruksi terbaik ialah di bawah 25 derajat.

Lalu untuk atap dari genteng biasa, ukuran kemiringan ini seputar 30 sampai 40 derajat. Sedang atap dari sirap, dapat memakai ukuran pojok seputar 25 sampai 40 derajat. Paling akhir atap dari alang-alang atau bahan alami yang lain, pojok itu harus punyai ukuran lebih dari 40 derajat. Pemakaian ukuran pojok yang berlainan ini mempunyai tujuan supaya air hujan yang jatuh pada atap dapat mengalir dengan lancar serta tidak memunculkan kebocoran.

Kontak Kami
SMS
WA
Telp