Manejemen Kandang Closed House

Manejemen Kandang Closed House

Banyak yang menanyakan seputar bagaimana cara manejemen kandang closed house yang baik dan efektif, pada artikel kali ini, kami mastertukang.co.id akan mengulas perihal manejemen kandang closed house terbaik.

Manajemen Kandang Closed House

Menurut sebagian praktisi, sistem close house atau kandang tertutup merupakan sesuatu yang exclusive. Dulu penulispun merasakan hal yang sama. Mengapa demikian ? Karena kurang pahamnya penulis mengenai prinsip–prinsip dasar operasional kandang ayam close house.

Jika didalami, ke- exclusive close house sebenarnya terlu berlebihan. Pada dasarnya clouse house sama saja dengan open house. Hanya kebiasaan open house yang tidak memikirkan tentang iklim secara menyeluruh, maka begitu mengoperasikan clouse house agak kagok.

Jika hal ini berlanjut maka tentu akan menimbulkan efek negatif terhadap pertumbuhan dan produktifitas ayam. Untuk menghindari konotasi berlebihan, marilah kita tidak lagi menggunakan istilah close house tatapi mulai sekarang kita sebut kandang tertutup saja.

Lingkungan Ayam

Sebelum mempelajari kandang tertutup, marilah kita pahami terlebih dahulu lingkungan yang cocok untuk kehidupan ayam. Lingkungan ideal bagi pertumbuhan dan produktivitas ayam adalah suhu dan kelembababan yang tepat.

Banyak pakar yang menyampaikan terkait suhu dan kelembaban ideal bagi ayam. Salah satunya adalah Keith J. Rosario, yang menyarankan agar suhu efektif pada kisaran 200C – 270C dengan kelembaban di bawah 50%.\

Menurut Chavalchini, Cerolini, Mariani (1990), suhu lingkungan untuk dapat mempertahankan suhu tubuh ayam tetap stabil adalah 260C – 270C. Namun berdasarkan pengalaman penulis, suhu dan kelembaban ideal bagi ayam adalah disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan ayam.

Selain lingkungan ideal, ayam juga membutuhkan udara segar untuk bernafas, pakan dan air minum untuk hidup, pertumbuhan dan produksi, serta pemanas yang dibutuhkan semasa brooding.

Ayam juga akan mengeluarkan feses, gas buang berupa H2O dan CO2 serta panas metabolik. Pemanas/Brooder membutuhkan Oksigen untuk pembakaran dan menyisakan CO2 gas. Feses dan air yang disekresikan oleh ayam akan ditampung oleh litter, kemudian mengalami penguraian oleh bakteri pengurai menjadi amoniak dan H2O.

Seluruh rangkaian proses ini terjadi dalam satu ruangan tertutup. Ketidak normalan supaly oksigen dapat menimbulkan bebagai masalah penyakit metabolik, seperti Acites, Prolapsus dan penyakit infeksius lain sebagai ikutan seperti Enterities, IB, CRD dan lainnya.

Untuk itu perlu dipikirkan suplay udara agar kebutuhan udara untuk metabolisme ayam dan pembakaran untuk pemanas dapat berjalan sempurna. Selain itu, perlu dipikirkan pengeluaran gas buang dari dalam kandang agar tidak mengganggu proses kehidupan ayam.

Seluruh tantangan tersebut harus dipikirkan oleh pengelola kandang tertutup agar dalam pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan baik tanpa menimbulkan masalah berikutnya.

Konsep Ventilasi Dan Evaporating Cooling

Konsep Ventilasi

Pertama, berapa kebutuhan udara segar? Kebutuhan udara harus disesuaikan dengan beban kandang. Beban kandang yang dimaksud adalah kebutuhan volume udara per-jam yang dibutuhkan ayam berdasarkan total bobot badan. Umumnya menggunakan satuan m3/jam atau dengan satuan CFM(cequare feet per-menit).

Kedua, kebutuhan udara untuk memindahkan gas buang dan udara panas. Pemindahan udara ini dikenal dengan istilah Exchange Rate.Exchange rate normal adalah 60 detik, dan yang terbaik adalah 45 detik.

Ketiga, kebutuhan udara berefek pada kecepatan udara dalam kandang. Dengan satuan m/s atau fpm (feet per-menit). Kecepatan angin akan berpengaruh pada whind chill effect.

Keempat, Whind chill effect merupakan istilah terkait suhu efektif.

Kelima, kebutuhan udara yang dikenal saat ini adalah kebutuhan udara minimal. Kebutuhan udara minimal ini sesuai dengan petunjuk produsen strain bersangkutan. Sebagai contoh :

  • Hubbard Flex = 8m3/Kg/jam
  • Cobb = 6m3/Kg/jam
  • ISA Brown = 4m3/Kg/jam

Konsep Evaporating Cooling

Pertama, Evaporating cooling sistem hanya bertujuan untuk menurunkan suhu dalam kandang. Tetapi memiliki resiko minimbulkan kenaikan kelembababan dan dapat membentuk titik titik air pada litter (moisture).

Kedua, setiap penurunan suhu 10C dengan menggunakan evaporating cooling sistem akan meningkatkan 5% kelembaban.

Ketiga, kelembaban (%) ditambah suhu dalam satuan (Fahrenhaid) akan membentuk Heat Indek (HI). HI >160 akan menimbulkan stress, dan HI >180 akan menimbulkan kematian. Perhatikan tabel beriktu (sumber : Presentasi Gemilang Citra Indo, Januari 2005).

Selama masih di Indonesia, kami siap menjadi partner Anda dalam pembuatan kandang ayam close house. WA kami sekarang juga ke 0812-3887-4441

Beban Kandang Dan Kebutuhan Udara Minimum Kandang Tertutup

Setelah memahami lingkungan ayam pada kandang tertutup dan konsep ventilasi serta cooling sistem kandang ayam close house, maka kita akan melangkah maju ke hal berikutnya.

Apa itu beban kandang dalam kaitannya dengan kebutuhan udara segar? Beban kandang yang dimaksud dalam hal ini adalah total udara minimum yang dibutuhkan untuk mensupport sejumlah berat total ayam yang ditanggung oleh kandang bersangkutan.

Untuk memahami hal tersbut, sebaiknya kita mulai latihan dengan menghitung kebutuhan udara minimum untuk beban maksimum. Jadi kita ambil jumlah ayam terbanyak dengan bobot badan tertinggi untuk standart bobot badan strain terkait.

Sebagai contoh :

  • Strain Flex.
  • Jumlah ayam total betina dan jantan 7.700 + 770 = 8.470 ekor.
  • Bobot badan rata-rata 2,49 Kg/ekor.
    Maka total bobot badan yang ditanggung oleh kandang tersebut adalah : 21.090,3 Kg.

Selanjutnya, berapa kebutuhan udara segar minimum?. Kebutuhan udara segar minimum untuk kandang clouse selalu terkait dengan dua hal :

  1. Beban kandang
  2. Kebutuhan udara minimum per-KgBB Per-Jam.

Kebutuhan udara minimum bergantung pada strain bersangkutan, misalnya :

  • Hubbard Flex = 8m3/Kg/jam
  • Cobb = 6m3/Kg/jam
  • ISA Brown = 4m3/Kg/jam

Apabila kita ingin mengetahui berapa kebutuhan udara minimum dari ayam tersebut di atas. Maka perhitungannya adalah :

  • 8 m3/KgBw/Jam x 21.090,3 KgBw =168.722,4 m3/Jam
  • 4,709 ft3/KgBw/menit x 21.090,3 =99.314,22 ft3/menit (CFM)

Jadi kebutuhan udara segar minimum kandang bersangkutan adalah :
168.722,4 m3/Jam atau 99.314,22 CFM

Supply Udara Sesuai Kebutuhan Beban Kandang

Jika kita telah memahami kebutuhan udara minimum sesuai beban kandang yang ditanggung, maka kita dapat melajutkan pelajaran berikutnya. Yaitu menghitung supply udara yang diperlukan. Dalam hal ini pembahasan tetap pada posisi kebutuhan udara minimum pada beban kandang maksimum.

Langkah-langkahnya adalah :

1. Pertama :
Perhatikan luas penampang kandang (lebar x tinggi rata-rata kandang).

• Misalnya : lebar 14 m x tinggi rata-rata 2,5 m
Luas penampang menjadi = 35 meter2

2. Kedua :
Berapa kecepatan maksimum yang dapat dicapai jika seluruh kipas dinyalakan.
Misalnya dari hasil observasi kecepatan angin kandang dalam satu garis penampang didapatkan data sebagai berikut (satuam m/s) :
Jika dihitung rata-ratanya didapatkan hasil 2,5 m/s

3. Ketiga :
Kalikan luas penampang dengan kecepatan angin maksimum yang dicapai.
Yaitu : 35 m2 x 2,5 m/s = 87,5 m3/s,
Jika diubah menjadi per-jam, maka perhitungannya adalah :
85,7 m3/s x 3.600 s = 308.520 m3/jam atau 181.615,44 CFM

4. Keempat :
Bandingkan kemampuan ventilasi untuk mensuplay udara maksimum dalam kandang dengan kebutuhan udara kandang.

Hasilnmya adalah :
• 168.722,4 m3/Jam (lihat Bab III) < 308.520 m3/jam

Artinya = kemampuan maksimum ventilasi kandang untuk mensupaly udara segar minimal adalah lebih besar dibandingkan kebutuhannya.

Satu pemikiran pada “Manejemen Kandang Closed House

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kontak Kami
SMS
WA
Telp